Bangkit kembali
Kata-katamu sungguh seperti pedang yang terhunus.
Ku pastikan pedang yg tajam itu akan membuat leherku terputus.
Maka saksikan pula tak ada lagi senyum dariku yang tulus.
Berulang kali leherku tersambung, namun pedang tajam itu tak memberinya waktu.
Dari tenggorokan ku yang terpenggal, keluar hembusan nafas yang seolah-olah telah lama tertahan.
Namun dapat ku pastikan bahwa itu bukanlah helaan nafas terakhirku...
Aku tak lebih dari sebuah mesin yang di pakai sampai rusak dan kembali di perbaiki.
Rusak kemudian diperbaiki.
Setelah diperbaiki lalu rusak begitu saja.
14, April 2019 Kediamanku. 01:06 WITA
14, April 2019 Kediamanku. 01:06 WITA


Komentar