MAJELIS DAKWAH HAMZANWADI 2

Hari Rabu menjadi hari yang sakral bagi kawanan para santri, menjadi hari yang suci bagi para insan yang hendak meniti jalan ilahi, menjadi panggilan jiwa bagi para pecinta. Menuju Majelis Dakwah Hamzanwadi 2 Majelis yang di rintis oleh pendiri Nahdlatul Wathan TGKH. MUHAMMAD ZAINDUDDIN ABDUL MADJID (wafat 1997) ini menjelma dan terus berkembang di abad yang hendak memasuki abad ke-21 ini. Majelis yang di bangun oleh pahlawan nasional ini menjadi wadah kemerdekaan pada zamannya. Dalam dunia dakwah, Pendiri NW atau yang familiar di panggil Maulana Syeikh sangat menjunjung tinggi majelis dakwah. Hal ini terbukti dari perkataan beliau “pergi berdakwah, mengajar, berjumpa dengan murid-murid dan jama’ah pengajian menjadi obat saya dan membuat saya sehat” beliau juga pernah mengatakan “saya ingin seperti matahari yang tidak akan pernah berhenti berputar dan terus menerangi dunia, yaitu mengajar dengan memberikan pengajian-pengajian dari terbit fajar sampai tenggelam matahari”. Rupanya pula semangat yang ada pada diri Maulana untuk berdakwah pada saat itu kini menjelma dan masih membara pada sang cucu tercinta, sang Mursyid dan sebagai president of Nahdlatul Wathan saat ini, Syaikhuna Hamzanwadi dua. Oleh karena itu pula Majelis dakwah Hamzanwadi pertama adalah emberio yang kemudian melahirkakn para pejuang-pejuang tangguh masa kini, serta menjadi cikal bakal lahirnya Majelis Dakwah Hamzanwadi 2. Menjadi lentera di tengah kawasan gelap nan gulita, menjadi penerang setiap insan yang mendatanginya, merupakan sumber mata air bagi setiap orang yang bersua dengan Syaikhuna, sang penyandang gelar Hamzanwadi 2. Layaknya sekuntum bunga semerbak mewangi di tengah menyengatnya bangkai. Bagaimana tidak, majelis ini berada di tempat yang sangat strategis di kerumunan kota Mataram. Jalan Pejanggik, no. 58 Pajang Timur, Mataram adalah lokasi majelis. Jalan yang di ambil dari nama sebuah kerajaan yang lahir di kawasan Lombok ini “Kerajaan Pejanggik” sudah tentu memiliki nilai historis. Sungguh jika di kaji lebih mendalam nilai historis nama jalan menuju Majelis Dakwah Hamzanwadi 2 ini, akan melibatkan banyak elemen-elemen yang ikut andil dalam menjelaskan banyak hal tentang Pulau Lombok dan Islam. Sungguh indah di pandang mata, sungguh nikmat di rasa hati. Majelis Hamzanwadi 2 layaknya kebun syurga yang sejati, menjadi tempat bagi setiap insan yang hendak membersihkan hati dari penyakit iri, hingga egoisme dalam diri. Kini Majelis Dakwah Hamzanwadi 2 telah berusia tiga tahun dan terus eksis di tengah kota mataram, Nusa Tenggara Barat. Di tengah-tengah kota dengan sekelumit permasalahan dunia dan hiruk pikuk kesibukan semua orang karena dunia. MDH2 (Majelis Dakwah Hamzanwadi 2) hadir sebagai penyeimbang kehidupan, muncul sebagai penawar rasa lelah bagi setiap insan yang sibuk dengan pekerjaan, dan timbul sebagai tempat peristirahatan bagi mereka yang tidak punya waktu luang untuk mengecas diri dengan iman. Shaikhuna Raden Tuan Guru Bajang Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani adalah penggerak perjuangan Nahdlatul Wathan melalui dakwahnya di Majelis Hmazanwadi 2 ini tidak hanya berdakwah di tempat yang sama, namun Shaikhuna Raden Tuan Guru Bajang Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani juga menjadi seseorang yang layaknya seperti matahari yang terus beredar dari fajar menyingsing hingga matahri di telan cakrawala, beliau pergi ke suatu tempat ke tempat yang lainnya hingga tempat-tempat pelosok untuk melanjutkan perjuangan dan mengembangkan islam ahlussunah wal jama’ah ala mazhabil imam asy-syafi’i melalui dakwahnya. Ummuna hj Sitti. Raihanun Zainduddin Abdul Madjid menjadi pemberi restu kepada Majelis yang penuh berkah ini. Majelis Dakwah Hamzanwadi II layaknya madu yang di kelilingi lebah nan ganas, bagai mutiara yang berada pada dalamnya samudera, layaknya emas yang berada di dalam perut bumi.

Komentar

Postingan Populer