cerpen tanpa cerita





KETIKA TUHAN BERPUTUS ASA
Banyak orang yang meyakinkan tubuh kotor ini, Banyak orang yang memberikan harapan hati yang mati ini, Banyak orang yang memotivasi diri ini, Namun,,, bagi lonte ini, semangat yang di berikannya hanyalah basi dan tak mempunyai arti Melangkah tak pasti, baginya adalah sebuah harapan yang pasti Menurutnya melangkah tak pasti adalah sebuah arti Biarkan sang jasad bergerak bebas di atas bumi penuh jahannam ini Biarkan sekujur tubuh bercerita tentang masa lalu dan masa yang akan datang

Di sudut dekat gerbong yang tak terpakai, perempuan ber make up tebal dengan rokok di tangan. Menunggu tamunya datang. Dalam benak, bimbang resah berdoa, ”tuhan,,tolong beri terang jalan anak hamba,,kabulkan lah tuhan,,” dalam firasatnya terbesit “akankah hari esok anak-anakku dapat makan, oh tuhan,,beri setetes rezeki. Sesekali bola matanya jalang mengarah ke jalanan ramai. Ia berharap tuan berkantong tebal segera kan menjemput. Sore berkabut, membuat pikirannya terbawa hanyut dalam lamunan. Matahari yang kini mulai merunduk di arah kiblat terlihat indah nan asri.Warna orange kemerah-merahan menambah keelokan alam semesta sore hari itu. Inilah setetes keindahan yang di berikan sang pencipta. Tak banyak orang yang sadar dalam pikirannya bahwa yang ia dapatkan hari ini ia mendapatkan banyak nikmat. Matahari kini dalam setengah lenyap di telan bumi nan besar. Perempuan itu masih menancapkan kakinya di sebidang tanah, tempat pertama kalinya ia menginjakan kakinya. Ia masih berharap kepada tuan berkantong tebal. Baginya menunggu adalah sebuah harapan, sebuah penantian yang penuh arti. Rasa bosan mulai mendekat pada tubuh nan kotor itu, ia melihat jarum jam yang berdetik di tangan sebelah kirinya. Jarum jam perlahan-lahan berjalan tanpa merasa pusing ataupun kelelahan. Bagi perempuan itu, hidup ini adalah sebuah proses jarum jam, yang tak kan mengulang kembali ke masa lalu. Jarum jam terus ia pandangi,hatinya kini mulai resah nan gelisah. Dalam pikirannya ia berdoa “tuhan beri terang jalan hamba”,,kabulkanlah tuhan,,,” matahari kini sudah tenggelam kelam nan hitam pekat, tuan berkantong tebal takpun terlihat jua.Terlihat di pojok kelok sana dengan tubuh kekar nan tegar datang menghampiriya. Rupanya itu adalah pria yang ia harapkan. Rasa cemas yang sedari tadi menghampirinya kini sirna di telan harapan. Baginya, pria itu adalah penentu rizki mereka sekeluarga,pria itu menjadi penentu nasib merka, dan harapan yang tak pernah pupus. Wanita separuh baya itu bejalan menghampiri tuan bekantong tebal. Sity, yang kini melangkahkan kakinya menuju pria tersebut berdiri tegak di hadapan sang penikmat keringat wanita iu. Dengan bahasa tubuh, yang di ajukan oleh sity, sang pria terebut memberikan tumpangan mobil untuk sity. Malam sunyi nan gulita terasa sangat hangat bagi sity. Hembusan angin malam bertiup ramah, suara jangkuk mengikuti irama malam tersebut, daun nyiurpun ikut berpartisispasi untuk mengindahkan malam penuh mani itu. Bibir senyum,kata harus merayu memanja, adalah salah stu dari beribu syarat yang sity harus lakukan kepada sang pria berkantong tebal itu. Malam ia lalui begitu menyakitkan, malam yang begitu penuh dengan nafsu birahi. Tak peduli berapa lelaki yang ingin memainkan nya, tak peduli berapa laki-laki yang ingin menikmati tubuhnya, baginya itu adalah bagaiman ia menjalan kan profesinya. Malam penuh dosa berlalu dengan indahnya.. Seiring berdetiknya jarum jam, rupanya sang surya terbangun dari tempat tidurnya. Terlihat jelas dari arah ufuk timur sang surya dengan muka tersipu malu mulai meninggi. Suasana pagai itu terlihat tak seperti biasanya, langit yang masih mengandung kabut pagi terlihat indah nan asri. Sity, yang kini mulai terbangun dari lelapnya dekapan seorang pria mulai membuka ke dua matanya. Seperti biasanya, sity terbangun dan memasang pakaiannya.Hari ini, ia rasakan cukup nikmat. Di dalam kamar yang penuh dosa itu, ia termenung menghadap sang surya. Sesekali dalam pikirannya ia menggatakan “akankah tuhan akan putus asa dengan kelakuan ku ini, mungkin tuhan mulai bosan dengan makhluk seperti ku ini. Mungkin tuhan mulai enggan mengurusku,,ya tuhan ampunilah aku,,,,” Sity masih termenung bimbang dalam pikirnya, berharap tuhan tidak putus asa dalam memberikan ampunan kepadanya. Dalam hatinya berkata “dosa kah yang ku lakukan, suci kah aku saat ini, matikah hati mereka yang datang menemuiku, ,,” pikir sity dalam benaknya “ah,,tak peduli berapa besar dosaku “ tak peduli berapa orang yang menikmati tubuhku “tak peduli kesucian tubuhku Yang sity pikirkan adalah bagaimana seharusnya seorang ibu menyambung nyawa seoarang anak dan ia sendiri, Matahari sudah naik sepenggalah, terik matahari mulai memanas. Waktu memaksa sity untuk pulang kandang ke sarangnya, pekerjaan malam tadi, sity rasa cukup mnyambung nyawa seorang anak SD. Perjalanan ia tempuh sekitar 2 kilo dari rumah dosa yang ia tempati tadi malam. Selangkah demi selangkah ia tempuhi di jalan setapak. Rasa was-was di dalam hatinya mengiringi ia pulang. Sesampainya di rumah koyak nan lusuh itu, ia mendapatkan anaknya masih dalam keadaan di alam mimpi. Rudy yang tak bersekolah hari ini karena materi memaksa untuk di bawa tidak ada. Sity yang kini sudah ada di dalam kamar Rudy mendekati anaknya yang tertidur lelap. Ia kemudian mengecup pipinya dan berdoa kepada sang semesta alam,berharap di hari esok kehidupannya lebih baik. Mata yang kini mulai membening dan berkaca, terlihat dari ke dua mata sity. Air matanya tertumpah ruah laksana air hujan meminang tanah yang kering . Hari-hari ia lalui seperti ini, dan kehidupannya pun tak kunjung berubah. Di hari lain ia menjalani hidup seperti biasanya, di suatu saat ia merapikan buku anakanya, tak sengaja ia mendapatkan sebuah buku kecil terselip di bagian pojok buku. Judul buku tersebut adalah AL-QURANUL KARIM. Tak tau arah mata angin darimana, begitu jua dengan hati seorang kupu-kupu malam. Maha suci Allah yang membolak balik hati manusia, tak tau dari mana rasa kedamain batin seorang lonte, ketika membaca hanya judul buku tersebut. Rasa kedamaian yang menghampiri dirinya adalah fitrah yang datang dari Allah azza wajalla. Hati yang selama ini kelam, tertutup, hasrat membabi buta, kini mulai membuka, perlahan-lahan mulai bersih. Sity yang kini mulai merasa tenang nan tentram, kembali berpegang pada tali Allah swt. Tak seperti hari yang ia lalui kelam dan hitam tak bersih, mulai terasa cukup terang. Kehidupan nya tak jua berubah. Kenangan pahit di masa lalu adalah sebuah mimpi buruk dan kemudian mimpi iu hilang karena terbangun dari lelapnya mimpi buruk dan lelapnya tidur. Suatu hari, di siang hari, sang pria gagah nan bersih membawa berkas-berkas yang tak lain itu hanyalah sebuah catatan hutang-hutang yang dilakukan oleh sity di masa lalu. Rupanya itu adalah orang yang gemar menagih hutang, rentenir. Wajah murung ia dapatkan ketika pria rentenir itu menujunya dan menagihnya. Raut wajah yang begitu asri hilang hanya sekejap, ketenangan batin yang ia miliki sirna di telan takdirnya. Berkata seorang rentenir, “dengan ibu sity,,?? Dengan nada pasrah sity menjawab ”ia pak,,, “kami dari perusahaan bank, ingin menagih setoran hutang anda,,” “Sity hanya terdiam seribu bahasa. Entah darimana keringat bercucuran. Dengan nada terbata-bata sity mwnjawab “maaf pak,, unuk sekarang ini, kami sekeluarga belum punya uang untuk membayar hutang kami,,” Sang penagih hutang, dengan muka tak enak, “terus,,bagaimana ini ibuk,,,?? “Saya berikan anda keringanan dengan syarat minggu depan semua hutang-hutang anda lunas!!!” Sity kemudian menganggukkan kepalanya dengan di ikuti rasa malu pada dirinya. Rasa yang kini ada dalam diri seorang ibu hanyala kepasrahan, ia pasrah dengan keadaan sekarang ini. Di sudut dekat kamar anakanya, ia termenung memikirkan nasib ia dan anaknya di hari esok. Dalam renungan memikirkan apa yang akan tuhan perbuat untuknya di hari esok. Mungkin tuhan mulai bosan dan enggan melihat tingkah laku makhluknya yang bernama sity. Pikirannya kini terbesit setan terkutuk, ia memikirkan bagaimana ia harus menyambung nyawa anaknya dan ia sendiri. Dalam pikirananya berkecamuk, apakah ia akan kembali dengan keadaan masa lalunya yang kelam ataukah tetap bertahan dengan keadaan tersimpuh iman sekarang ini. Malam datang menunggu, ia masih termenung dalam lamunannya. Malam itu ia rasakan cukup berat. Malam yang sunyi dipecahkan oleh suara jangkrik yang berbincang,entah tak tau apa yang ia bicarakan,hembusan anginpun ikut berperan unuk meributkan malam itu.jam sepertiga alam, Sity pun rupanya masih terdiam termenung memikirkan dirnya. Hingga fajar menyingsing ia tak juapun memejamkan matanya. keesokan harinya ia pun memutuskan apa yang ia akan kerjakan untuk menghasilkan rizki yang cukup bagi anaknya. Langkah kaki sity untuk mengawali sore ini terlihat memikat nan indah di pandang dengan syahwat. Dengan tubuh memikat untuk di nikmat oleh sang nyamuk nakal ia berjalan menuju arah yang tak biasa sity lewati. Ia berjalan menuju dimana ia pertama kali menginjakkan kakinya, di sudut dekat gerbong yang tak tepakai. Di sanalah ia menunggu sang penikmat keringat wanita. Sity yang dulunya bersimpuh di hadapan tuhannya kembali melawan arus kehidupan, ia kembali dengan keadaan pasrah. Sity kemudian mengambil kembali profesi yang ia sudah lepas tangan. Hari-hari Sity kemudian ia nikmati dengan pasrah. Nafsu birahi ia gelutinya, perbuatan keji ia nikmati, keringat laki-laki ia isap dengan penuh hati-hati. Menurut Sity, menunggu untuk di berikan rizki adalah penantian yang basi dan tak punya arti.
BIODATA PENULIS
Nama : MOHAMMAD AHLUN NAZORI
Tempat, tanggal lahir : SENGKERANG, 24 APRIL 1999
Kelas : Xll-AGAMA
Nis : 8760
Hobi :dnrak badeq
Cita-cita : PUQAHA, AHLI BAHASA
Alamat : dusun kesambik mate Desa Sengkerang Kec. Praya timur
No HP :082340310223
Fb : Mohammad Ahlun Nazori
Pesan : kalau sudah membaca tulisan ini, mohon untuk memberikan saran dan masukan, berharap tulisan ini mendekati kata sempurna

cerita ini di buat untuk memenuhi tugas akhir dari ujian praktek Bahasa Indonesia di Madrsah Aliyah Negeri 1 Lombok Tengah. jadi, mohon maaf ya, tulisannya agak alay dan membuat ilfil.. hehe.. maklum, namanya juga masih anak-anak. selamat membaca............!!!

Komentar

Postingan Populer