Coretan

Ini adalah petikan narasi yang aku buat dengan kiasan, di tahun kemarin. Sejatinya bunga yang segar lagi mekar itu hanya untuk di pandang. Tidak untuk di petik, apalagi di miliki. Seolah mataku diciptakan hanya untuk memandang bunga sepucuk. Tanganku tak berani menjamainya. Sungguh, jika saja aku lepaskan bunga itu dari tangkainya, ia akan layu dan mengering di telan masa. Lebih-lebih tanganku yang memetik tak ada aliran saripati untuk mempertahankan bunga itu agar tetap mekar semerbak mewangi. Kediaman ku. Sengkerang, 28/09-2019

Komentar

Unknown mengatakan…
Mantap...... Lanjutkan......
Mohammad Ahlun Nazori mengatakan…
siap.. mohon dukungan dan mmotivasinya agar sang faqir ini bisa istiqamah dalam berkarya

Postingan Populer