biar saja
BIAR
Biar saja.
Lepaskan status kita. Status sosial,
pendidikan, atau status yang lainnya. Karena perasaan tidak mengenal tingkatan
kasta. Aku dan kamu memang jauh berbeda. Dari semua sisi dilihat semuanya
tergambar sekat. Dan jangan heran, sudah semestinya ada perbedaan itu. Status kepekaan
dan jiwa sosial ku tinggi, dan jauh di bawah sana kamu memposisikan diri. Status
ekonomi mu terus meningkat dan aku di ambang ekonomi merosot. Segalanya punya
perbedaan. Dari siklus kehidupan, sampai pada jam tidur. Semuanya bahkan tidak
ada yang sama. Semua punya siklus dalam perputaran itu sendiri.
Dan suatu saat pula, kita akan
berada pada posisi yang sama, semua itu
di karenakan kita mengikuti siklus hidup, punya wacana yang menjadi rencana
hingga akhirnya terlaksana jua. Adalah hal sangat memungkinkan bila suatu saat
kita ada pada posisi dan akselari yang sama. Bagaimanapun lambannya rotasi
siklus hidupku dan bagaimanapun akselarasi rotasimu berjalan cepat, tetap saja
aku akan sampai pada garis yang kamu lalui.
Kita memang beda generasi, beda hobi
pula. Tidak masalah. Pun misalkan tak jodoh, aku tak takut pula. Karena aku
sudah berusaha. Bukankah nabi menyuruh ummatnya agar selalu ber ikhtiar ?


Komentar