opini tentang covid-19
OPINI
“Pengalaman Belajar Selama Pandemi
Covid-19 dan Solusinya Bagi Pembelajaran Jarak Jauh”
Oleh :
Mohammad Ahlun Nazori
Sekitar 4 bulan yang lalu semenjak Presiden Joko Widodo mengumumkan
secara resmi WNI yang menjadi pasien 01 dan 02, Indonesia telah melakukan
berbagai upaya pencegahan. Salah satunya dalam bidang pendidikan adalah
pembatasan intraksi antar siswa dan pelajar melalui peliburan sekolah selama 14
hari. Pada tahap selanjutnya, pemerintah mengumumkan sistem pembelajaran tetap
di lakukan dengan cara daring. Dengan adanya kebijakan terkait sistem pembelajaran
ini maka pengalaman penulis akan menggambarkan pengalaman belajar di tengah
pandemi.
Tidak ada yang berjalan dengan begitu mulus seperti biasanya di
tengah pandemi, baik itu dari segi ekonomi, industri hingga pendidikan.
Kegiatan belajar secara daring mulai dari tingkat SMA/SMK tidak memberikan keefektifitan
kegiatan belajar seperti sebelum adanya pandemi. Pengalaman penulis sudah
membuktikan. Kuliah online yang saya ikuti sangat berbeda bahkan berbalik 180
derajat dari kegiatan kuliah sebelumnya, mulai dari penugasan sampai pada
jadwal kuliah yang selalu molor. Dari segi waktu contohnya, sebelum terjadinya
pandemi, mata pelajaran yang sudah di tentukan jadwalnya akan berjalan dengan
efisien dengan sendirinya, jika dosennya terlambat masuk kelas maka mahasiswa
sudah menepati jadwal dengan tepat dengan cara berada di dalam kelas sebelum
dosen datang atau tepat waktu dengan jadwal mata kuliah yang di sepakati ketika
kontrak belajar di awal semester. Berbanding terbalik setelah mewabahnya corona
virus disease-2019 (covid-19), secara sistem, perkuliahan secara daring sudah
di tentukan melalui kesepakatan dosen dengan mahasiswa namun hal itu tidak
begitu tepat juga untuk memanfaatkan waktu yang sudah di sepakati sebelumnya.
Pasalnya, ada banyak hal yang mendasari permasalahan ini terjadi, di antarnya adalah
mahasiswa bahkan dosen yang tidak memiliki akses jaringan yang memadai di kediamannya
untuk melakukan kegiatan kuliah noline. Belum lagi ada banyak mahasiswa yang
masih minim fasilitas untuk mengikuti kuliah secara online ini, mulai dari
tidak adanya Laptop, Handphone berbasis andorid, tablet atau yang setara dengan
itu yang bisa mengakses jaringan internet. Yang terjadi pada penulis adalah
ketidakefektifan waktu belajar. Sering terjadi waktu perkuliahan yang habis
hanya karena menunggu absen rampung (jika kuliah online via whatsApp), sering
juuga penulis mengalami kesulitan bahkan tidak mengerti sama sekali dengan
materi yang di diskusikan, karena memang menurut penulis dari segi suasana dan
media pembelajaran tidak mendukung sama sekali.
Berakar dari pengalaman
belajar yang telah dan sedang di alami, maka perlu kiranya penulis memberikan
solusi yang setidaknya dapat memberikan efektifitas dalam kegiatan belajar, di
antaranya adalah :
1.
Jika
memungkinkan, pembuatan kurikulum sementara (kurikulum luarbiasa) adalah solusi
utama, artinya kurikulum ini hanya berlaku pada saat terjadinya pandemi saja
seperti saat ini. Mulai dari prosedur pemberian materi kepada para siswa sampai
pada pengayaan materi yang singkron dengan kondisi saat ini, sebagai contoh,
memberikan pengajaran secara ekfektif tentang kesehatan.
2.
Selanjutnya
yang perlu di penuhi untuk menunajang pembelajaran secara online adalah kelengkapan
sarana dan prasana pembelajaran secara daring. Pengadaan dan pembiayaan prasana
menjadi hal yang urgent dan harus segera di tuntaskan. Memberikan paket kuota
data kepada mahasiswa contohnya, atau bisa saja memberikan kemudahan dalam
belajar online seperti diskusi tatap muka secara online (sebelumnya instansi
pendidikan sudah memberikan keringanan dengan kuota data)
3.
Pemanfaatan
media sosial dan platform-platform yang ada sebagai media pembelajaran.
Pelaksanaan pembelajaran seperti ini juga akan melatih para siswa dan para
mahasiswa untuk pintar bahkan berprestasi dalam bidang sosial media. Melihat di masa 4.0 ini, media sosial
adalah kebutuhan.
Demikianlah kiranya penulis memaparkan sedikit solusi menurut
penulis pribada, semoga saja dengan solusi yang penulis paparkan dapat berguna
dan bermanfaat bagi tenaga pendidik maupun pelajar/mahasiswa.


Komentar