Pantaskah pemuda bersedih atas kehilangan kekasihnya ?

 

Tulisan ini saya awali dengan berhalawat atas junjungan nabi besar kita nabi Muhammad dengan melafadzkan shalawat “allahummasolli’ala sayyidina muhammad wa ala aalisayyidina Muhammad” semoga pembaca yang budiman dan penulis di berikan syafaat di hari pembangkitan. Tulisan ini dimuat untuk edisi maulid nabi Muhammad saw. sebagai cermin bagi pemuda sekarang dalam meniru segala sifat dan akhlak nabi Muhammad saw.

-

Sebagai seorang manusia dan memiliki sifat manusiawi, Nabi Muhammad juga pernah merasakan jiwa muda, sama seperti kita pada saat ini. Semangat yang menggelora, rasa optimis yang selalu menuntut untuk bergerak adalah ciri khas utama seorang pemuda. Adanya kekuatan secara fisik dan tahannya mental seorang pemuda tentu menjadi poin tersendiri yang tidak di punyai oleh balita, anak-anak dan lansia. Untuk itulah pemuda sering dikatakan sebagai tombak peradaban, sebagai pemimmpin masa depan, dan sebagai subjek untuk merubah tatanan dunia menjadi lebih baik. Atas dasar tersebut, pemuda dituntut untuk selalu tegar, tidak takut dengan halangan, tidak gentar dengan cobaan dan ujian, namun yakin dan optimis akan mendapatkan jalan keluar di setiap permasalahan. Ah…. rasanya jika menggambarkan pemuda dengan tulisan tidak akan cukup menulisnya dalam sehari.

Kecakapan dan kemampuan pemuda dalam menyelesaikan sebuah masalah tidak diragukan lagi. Andai kata ada 10 masalah yang dihadapinya maka ia bisa menemukan 20 solusi untuk permasalahan tersebut. Namun ada beberapa hal yang masih belum bisa terjawab sampai sekarang, ada sebuah permasalahan yang sampai sekarang ini, pemuda masih belum bisa menyelesaikan. Problem tersebut berasal dari pribadinya sendiri, dari jiwanya sendiri, dan dari hatinya sendiri.  Kataknalah “putus cinta”. Ada banyak kasus dan pristiwa di sekeliling kita yang masih bisa kita lihat secara wajar bagaiamana seorang pemuda itu tidak bisa menyelesaikan masalah pribadinya (putus cinta). Sampai sekarang ini masih kita dengar berita-berita pemuda yang bunuh diri karena putus cinta. Memperihatinkan bukan ?. sungguh sayang seribu sayang pemuda yang demikian. Rasa optimis dan gelora semangat yang dimiliki nya terkalahakan oleh sebatang hati yang dimiliki oleh orang lain, lalu membawa setengah hatinya pergi. Dengan permasalahan sekecil itu, pantaskah pemuda dapat dikatakan kaum yang kuat, atau pemuda yang mampu menyelesaikan 1 permasalahan dengan 10 jalan keluar ?

Mari kita  menjawab pertanyaan tersebut mulai dari  manusia sebagai individu. Sejatinya seorang manusia diciptkan oleh sang maha pencipta diberikan 1 hati. Yang dimana jika segumpal daging itu baik, maka baik pula seluruh perangai dan sifatnya, begitupun sebaliknya. Perihal hati, Allah memberikan manusia agar bisa merasakan nikmat dan sakit yang diturunkan oleh-Nya. Segala macam rasa dan perasaan manusia tidak ain diberikan hany untuk nya, jika manusia memiliki rasa cinta kepada makhluknya, maka diberikan rasa cinta dengan mencintai karena Penciptanya. Artinya semua hal yang berkaitan dengan perasaan yang bersumber dari hati akan kembali pada sang pemberi hati. Demikianlah sunnatullahnya. Perihal sakit hati, sekali-kali Allah tidak pernah memberikan hambanya untuk merasakan sakit hati kecuali hambanya lah yang menyakiti dirinya sendiri.

Lalu, pantaskah pemuda bersedih hati jika kekasihnya meninggalkannya ?

Allah yang menaruhkan rasa cinta pada makhluknya, gampang baginya membolak-balikan hati seorang hamba. Untuk itu, perlu kiranya kita harus sadar kembali atas apa yang telah diberikan olehnya. Pemberian perasaan cinta sesama makhluk suatu saat bisa saja di tarik kembali. Samas seperti kehidupan, suatu saat semua akan di tarik ke asal semulanya. Masalah wajar dan tidak wajarnya seorang pemuda bersedih karena di tinggal kekasih adalah wajar adanya, karea Allah menciptakan hati dan memenuhi dengan segala perasaaan. Namun menjadi hal yang tidak wajar kemudian, jika pemuda berlama-lama dalam meratapi kesedihannya, berlarut-larut dalam kegalauannya, sungguh yang demikian menurut penulis adalah diluar batas fitrah seorang pemuda.

 


 

BIODATA PENULIS

Nama                                    : Mohammad Ahlun Nazori

Tempat, Tanggal Lahir         : Sengkerang, 24 April 1999

Asal instansi                         : UIN Mataram

Nomor WhatsApp                : 087851033986

Nama Blogg                         : ahlunnazori.blogspot.com

E-mail                                   : ahlunnazori456@gmail.com

 

Komentar

Postingan Populer