NARASI LIAR SEBAGAI BERANDA FORMALITAS KEPANDAIAN
NARASI LIAR
SEBAGAI BERANDA FORMALITAS KEPANDAIAN
oleh : Mohammad Ahlun Nazori bin Muhammad Ilmi
Dedikasi yang baik adalah dedikasi yang di bangun dengan strategi
belajar yang mementingkan pola pikir kritis dan bersifat kritisi. Memberikan
formula pendidikan yang bertumpu pada kemampuan berkomunikasi serta menjadikan
narasi sebagai implementasi dari sebuah dedikasi. Di samping itu, narasi juga
sangat bisa di pelajari dengan mandiri. Hal ini di karenakan narasi yang baik
adalah sebuah seni, dan seni dalam konsep science dan agama dapat di pelajari.
Menilik dari pendapat Dr. Aidh al-Qarni yang menyatakan di dalam bukunya yang
termasyhur yaitu la tahzan “hidup ini adalah seni, dan seni dapat di
pelajari, maka pelajarilah seni yang membuatmu tenang menjalani kehidupan ini”
demikian lah pernyataan yang di lontarkan oleh sang penulis dari Timur Tengah
itu. Dapat di tarik benang merahnya bahwa, narasi yang baik itu bisa di
dapatkan melalui dedikasi yang tinggi. Perihal dedikasi yang tinggi, penulis
menggunakan standar kacamata mahasiswa, bahwa yang di maksud dengan dedikasi
yanng tinggi adalah usaha sungguh-sungguh untuk mencapai sebuah tujuan
(bernarasi yang baik).
Permaslahan yang
mesti akan timbul di muka adalah, bagaimana cara mahasiswa melaksanakan dedikasi yang tinggi untuk
mencapai tingkat narasi yang cermat.?
Perlu di urai kembali perihal yang di maksud dengan narasi yang
cermat. Sebagai mahasiswa, komunikasi dan bernarasi yang baik adalah ujung
tombak yang akan membawa perubahan dan pergerakan, pasalanya komunikasi dan
narasi adalah bentuk manifestasi dari pola pikir mahasiswa, yang dalam hal ini
penulis menitik beratkan pada mahasiswa aktivis. Untuk itu, menjadi suatu hal
yang lucu jika ada mahasiswa aktivis yang komunikasi serta narasi yang ia
bahasakan seperti narasi liar. Narasi yang hanya mengandung kata namun tidak
ada makna, layaknya sebuah buku yang mempunyai cover yang indah namun isinya
payah, demikanlah analoginya.
Narasi liar tanpa
pengikat hanya membuat kegaduhan yang tak terkendali, akan membuat permasalahan
menjadi semakin kusut. Sejatinya narasi yang keluar dari hasil manfestasi olah
pikir harus terarah dan harus di landasi dengan pegetahuan. Akan nihil hasilnya
jika komunikasi dan narasi tidak di landasi dengan otak yang berisi.
Oleh penulis, Narasi liar bisa dientaskan cukup dengan hanya 1
cara.
“Memperdalam pengetahun melalui
perbanyak baca buku”



Komentar