hari pers nasional 2021
Tulisan ini dimuat di beranda sosmed dan blogg pribadi sebagai
bentuk ucapan selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021.
Tulisan ini, aku mulai membukanya dengan ucapan “alhamdulillah” tersebab
sampai detik ini al-fakir masih diberi-Nya akal sehat dan bisa menyusun
kosakata menjadi sebuah kalimat yang utuh.
Selanjutnya, saya ucapkan selamat hari pers nasional
09 Februari 2021 kepada semua Jurnalis
Indonesia yang memegang kendali demokrasi di Negara ini dan sekaligus menjadi
penghubung antara rakyat kecil dengan pemerintah tingkat tinggi, kepada mereka
semua saya berpesan : hendaklah tuan/puan, Saudara/I yang memegang peranan
penting bagi tegaknya demokrasi bangsa selalu mengutamakan dan membela hak-hak
rakyat, selalu memberikan yang terbaik bagi mereka yang tertindas, menebas
kebohongan dengan pedang tulisan kebenaran, dan mempertahankan benteng keadilan
serta mendukung para pemimpin yang adil. Dengan ilmu bahasa dan jurnalisme yang
dimiliki, maka ditangan kalianlah sejatinya kunci kesetabilan bangsa. Lebih
dari itu, persatuan bangsa adalah orientasi dari jurnalis. Sebagai penggerak
demokrasi, pers memiliki peran sebagai ujung tombak untuk melesatkan tombak
demokrasi pada sasaran keadilan, untuk itulah para jurnalis seharusnya memiliki
prinsip dan martabat yang tidak bisa dibeli dengan harta, tidak pula dengan
tahta, apalagi dibeli dengan wanita. Tingginya budi luhur bangsa haruslah
dimulai dari pers. Penulis, jurnalis, pada dasarnya mereka adalah pejuang Negara
melalui pena dan tulisannnya, selalu membela bangsanya dengan seri keilmuan
bahasanya. Layaknya seekor induk singa yang selalu melindungi anak-anaknya, dilindunginya
anaknya dari serangan predator, kemudian dirawatnya dengan penuh kasih sayang.
Demikianlah para jurnalis, senantiasa merwat persatuan dan menegakkan keadilan
dengan pedang kebenaran jika ada yang mengancam Negara dan bangsanya. Selain
itu, para jurnalis juga memiliki peran mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai
amanat Undang-Undang Dasar 1945. Dalam mencerdaskan bangsa, tentu pers harus
memiliki sikap yang netral.
Sebagai penutup dari tulisan
ini, penulis membubuhkan sepenggal nasihat dari Abdul Hamid Al-Kathib untuk
pengarang (ternasuk juga jurnalis, penulis, pujangga, penyair) “maka
berlomba-lombalah kamu wahai seklaian pengarang, melengkapai pengetahuan dari
segala macam adab dan sastra dan hendaklah diperdalam pengetahuan terhadap
agama. Mulailah dengan menuntut ilmu-ilmu yang berkenaan dengan kitab-kitab
Allah dan ilmu faraid. Kemudian peredalam ilmu pengetahuan tentang ilmu bahasa
Arab karena dialah yang akan memperhalus dan memperlancar lidahmu. Kemudian
itu, hendaklah memperindah tulisanmu karena itulah yang akan menghiasi
tulisan-tulisan dan kitabmu, dan hafalkan sayir-syair, pelajiri artinya yang
mendalam dan rahasisa kata-katanya” semoga dengan peringatan hari pers nasional
tahun 2021, para jurnalis Indonensia mampu mendongkrak program pemerintah dalam
memajukan bangsa dan selalu membela rakyat yang lemah dengan pena (tulisan)nya.
Ditengah merebakknya wabah penyakit menular saat ini, pers Indonesia sudah
banyak memberikan suguhan-suguhan yang positif bagi pemerintah dan rakyat.
Untuk itu, saya sampaikan ucapan terimakasih atas dedikasinya untuk negeri ini.
Sengkerang, 9 Februari 2021



Komentar