Mampukah Indonesia menjadi poros golden age of Islam ?
Mampukah Indonesia menjadi poros
golden age of Islam ?
Oleh : Mohammad Ahlun Nazori
Bangsa ini hanya akan maju dan
sejahtera jika pembangunannya dilandaskan pada ilmu pengetahuan dan teknologi (di
ungkapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada kongres ilmu pengetahuan Indonesia
tahun 1958, di Malang.)
Negara dengan tingkat kemajuan yang baik adalah Negara yang selalu
mementingkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bisa dipastikan keterbelakangan
suatu Negara disebabkan minimnya perhatian pemerintah atas ilmu pengetahuan dan
teknologi. Kesadaran masyarakat atas
pentingnya ilmu pengetahuan juga cukup memiliki andil yang besar untuk
memajukan bangsa dan Negara pada umumnya. Dapat ditarik benang merahnya, Negara
manapun yang tidak memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, tidak akan pernah
memegang kemajuan. Begitupn dengan Agama, dari sejarah peradaban manusia dan
agama, ilmu pengetahuan sudah melukiskan sejarah dan mengangkat martabat agama
yang mementingkan ilmu pengetahauan. Sebagai contoh, Islam pernah bercahaya dan
menjadi kiblat dunia dengan ilmu pengetahuan dan perpustakaan Baitul Hikmah di
Bhagdad. (Pada masa dinasti Abbasiyah.). Umat Kristiani pernah berada di pucuk
kemajuan karena ilmu pengetahuannya berkembang pada abad Renaissance. Yunani
pernah berada pada era keemasan pada saat ilmu pengetahuan dan filsfatnya di
junjung tinggi. Semuanya berdiri tegak dengan ilmu pengetahuan. Lalu adakah
manusia bisa terhormat tanpa ilmu pengetahuan, atau adakah sebuah bangsa bisa
terhormat dengan peradaban yang ia punya di mata dunia tanpa ilmu pengetahuan ?.
Dari sejarah tersebut dapat di ambil pelajaran dan pengajaran bahwa ilmu
pengetahuan sejatinya menjadi kunci dari keberadaban sebuah bangsa. “Dan
agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran” (ibrahim : 52).
Ayat yang lain di dalam al-Quran juga menyebut kan “dan
sesungguhnya kami tinggalkan daripadanya satu tanda yang nyata bagi orang-orang
yang berakal” (al-‘ankabut : 35)
Indonesia sebagai
negara yang berkembang masih pada tahap transisi menuju Negara maju.
Dengan sumber daya alam yang melimpah
ruah, Indonesia memiliki peluang yang besar menjadi Negara maju. Namun menjadi
hal yang sulit jika hanya mengandalkan sumber daya alam tanpa mementingkan
sumber daya manusia. Negara yang kurang memiliki sumber daya alam harus mampu
memanfaatkan sumber daya manusianya untuk melanjutkan hidup mereka, seperti
Amerika misalnya. menurut data yang di ambil dari (brainly.co.id/sumber daya
alam Amerika)Amerika serikat memiliki 31,2 % cadangan batubara di dunia,
senilai US 30 triliun. Amerika juga memiliki 750 hektar hutan senilai US 11
triliun. Kombinasi kayu dan batubara bernilai 89% dari sumber daya alam Amerika
serikat.(brainly.co.id/sumber daya alam Amerika). Sedangkan Indonesia pada kurun
1980/1990-an, data angka yang secara umum paling kerap disodorkan, terutama
oleh FAO (food and agricultural organisation, badan PBB yang bertanggung
jawab atas hutan), menunjukan bahwa dengan 144 juta hektare, atau 75% daratan
naionalnya, kepulauan Indonesia menaungi hamparan hutan tropis lebat terluas
kedua dunia setelah hutan Amazon di Brazil, dengan keanekaragaman hayati tak
terkira, mengingat keterserakan negeri ini dalam gugus pulau-pulau. Selama
kurun itu, Indonesia menjadi pengekspor kayu lapis tropika peringkat satu dunia
dan dari kenampaakan keberhasilan itu, nyaris tak ada yang mengecam besaranya
kerawanan ekonomi maupun ancaman-ancaman terhadap lingkungan hidup. Dari data
tersebut, dapat dibandingkan kekayaan alam yang di miliki negara lain dengan
negara Indonesia, sejatinya sumber daya yang dimiliki Indonesia jauh kebih
banyak dibandingakan negara Amerika. Untuk itu, Indonesia memiliki potensi yang
besar dalam memajukan sumber daya manusia dan meningkatkan perekonomian
nasional. Dikaitkan dengan pendidikan, perekonomian memiliki posisi yang paling
depan dalam memajukan Indonesia melalui program-program pengajaran dan
pembelajaran.
Jika kita menengok
kejayaan islam di masa lalu, di zaman Bhagdad masih menjadi sumber peradaban
dunia, dimana Bhagdad dengan kekayaan sumber daya manusianya pada saat itu dan
di sokong dengan sumber daya alam yang melimpah ruah, tidak menutup kemungkinan
potensi yang besar yang dimiliki Indonesia di bidang sumber daya alam dan
sumber daya manusia juga akan mampu berdiri tegak mencapai golden age of islam.
Maka daripada itu, sebagai makhluk yang di berikan akal, manusia
sejatinya wajib untuk menimba ilmu sedalam-dalamnya, menggali ilmu dengan
ke-ikhlasan yang seharusnya, dan menuntut ilmu dengan sebaik-baiknya jalan.
Agar kiranya peradaban emas islamiyah yang dulu dapat pula di capai kini



Komentar