mengetahui kelemahan pribadi
Ada yang semangat aktivisnya
mengebu-gebu namun daya analisanya dan peimkirannya kurang tepat. Ada
yang konsep pemikirannya bagus, namun aksi dalam menyuaraknnya kurang. Tidak
ada yang begitu sempurna dalam menjalankan kelebihannya, semuanya memiliki
cacat dan kekurangan. Mirisnya hanya sedikit sekali yang sadar akan hal
tersebut, ada orang yang selalu mendewakan kemampuannya dalam sebuah bidang
namun nihil di bidang lain. Ini membuktikan bahwa manusia sejatinya tidak lepas
dari rasa sombong. Padahal, Allah sudah memberikan penjelasan tersendiri
melalui firmannya dalam al-Qur’an. “dan berjalanlah kamu dimuka buni ini dengan
merendah diri, sekalli-kali janganlah kamu congkak dan sombong.
Setelah mengetahui perkara tersebut, tugas kita selanjutnya adalah
melatih kekuatan yang ada. Jika daya analisanya bagus maka harus ditingkatkan
lagi, jika pernyataan sikap dengan tindakan lebih baik yang harus ditingkatkan
adalah semangat menyuarakan dan semangat aktivisnya. Ada yang bertanya
“bukankah kelemahan kita harus ti tembel sehingga kita menjadi sempurna dalam
semua bidang” jawabku, tidak ! bukan itu yang seharusnya dipikirkan. Coba
lihat, jika ada sepeda motor yang bannya kekurangan nitrogen dan tankinya butuh
peremium, pertanyaan nya dari kekurangan itu, manakah yang seharusnya di dahulukan ? tentu mengisi
tanki motor dulu, tidak apa-apa motor kekurangan angin atau nitrogen, asal
sampai pada tujuan. Demikianlah analogi yang bisa menggambarkan kekuatan harus
terlebih dahulu di tingkatkan sebelum menutup kelemahan.
Berarti, kelemahan tidak begitu penting ? bukan begitu, kelemahan
sejatinya juga harus diperbaiki sedikit demi sedikit. Kelemahan bisa diatasi
dengan beberapa langkah yang harus dikerjakan secara konsisten dan bertahap
diantaranya adalah :
1. mengetahui letak kelemahan kita. Dengan mengetahui letak
kelemahan, kita akan tau obat untuk memperbaiki kelemahan itu sendiri.
2. berani mengabil sikap dalam memperbaiki kelemahan itu sendiri.
Orang yang sakit jika tidak berani dengan jarum suntik, kemungkinan sakitnya
tidak begitu cepat dalam penyembuhannya.
3. memberikan stimulan dengan mencari berbagai bidang pashion dan
hoby yang menarik menurutnya. Adanya kegiatan yang membuat bahagia akan
meransang otak dan pikiran untuk bekerja lebih efektif. Setelah cara kerja otak membaik, maka baik
pula dalam menanggapi permasalahan pula. Setidaknya pandangan tentang jarum
suntik tidak terlalu menakutkan.
4. selalu terhubung dengan tuhan.
Sekian dan terimakasih.



Komentar