Surat Untuk Komisariat
Bismillahiwaihamdih
Assalamualaikum warrohmatullahi wabarokaatuh.
Surat terbuka via blogg pribadi ini, saya mulai menulisnya beberapa
minggu setelah pelantikan Pengurus Cabang Himmah NW Kota Mataram tahun 2020/2021. Adapun
dasarnya adalah murni keicntaan penulis kepada Himmah NW.
selanjutnya pada surat ini
penulis memohon dengan beberapa permohonan. Permohonan pertama, penulis memohon
kepada adik-adik yang berada pada naungan komisariat untuk terus memelihara
semangat juang layaknya api juang yang selalu dinyalakan oleh pendiri Himmah NW
selagi masih hayat. Tidak menjadi masalah jika suatu saat semangat juang itu
mulai memudar, penulis juga pernah merasakan keletihan dalam berjuang dan
menegakkan wibawa organisasi. Pada situasi seperti ini, janganlah ragu-ragu
menyalakan api semangat dengan banyak-banyak silaturrahmi bersama para senior.
Dengan cara ini, bertemu dengan orang-orang yang sebelumnya juga pernah
merasakan pahitnya berprogram di Himmah NW diharpkan mampu membangkitkan
semangat juang layaknya mengecas daya juang. Lebih daripada itu, para pimpinan
komisariat senantiasa harus mampu membawa keluar komisaratnya dari zona nyaman
dengan cara memperbanyak baca, memperbanyak tanya, dan memperbanyak karya-karya
yang sifatnya berdampak bagi setiap kader Himmah NW dan warga Nahdlatul Wathan
pada umumnya.
Permohonan selanjutnya, penulis juga pernah merasakan nikmat dan
sakitnya berprogram dikomisariat, tau seluk-beluknnya, tau kelemahan
organisasi, tau karakter setiap kader, namun jika hanya sebatas tahu,
komisariat akan selamanya berjalan dengan langkah lunglai. Untuk itu, janganlah
sampai putus hubungan dengan sesama pengurus. Penulis tidak membenarkan sama
sekali orang yang acuh tak acuh terhadap permasalahan hubungan sesama pengurus.
Justru karena hubungan yang kurang sedap antar pengurus akan membawa reputasi
komisariat merosot dan akan terhalang jua berbagai bentuk program yang sudah
dirancang sedemikian rupa. Untuk itu, sebelum melanjutkan program, baiknya
terlebih dahulu agar memperbaiki hubungan emosional antar pengurus.
Perihal kelengkapan keluarga besar komisariat janganlah kalian
perhitungkan. Jika selalu diperhitungkan, maka akan selalu merasakan kehilangan
lantaran tidak lengkapnya salah satu anggota keluarga kita. Rasanya, tidak
pernah penulis merasakan kelengkapan anggota keluarga dari masuknya anggota
keluarga (wapa1) kecuali akan berukurang sedikit demi sedikit. Selalu saja ada
beberapa orang yang pergi berkelana. Disamping itu, pengurus juga musti
mempertahankan anggotanya untuk tetap merasa nyaman dirumah sendiri, berusaha
menyuuguhkan maknaan terbaik untuk meningkatkan daya analisa para anggota dan
kader. Dan yang hilang entah kemana tadi, dimaklumilah keberadaannya setelaah
kalian cari dan mengajaknya kembali kerumah sendiri.
Selanjutnya, saya ingatkan bahwa untuk untuk menjadi orang besar
itu tidak cukup hanya dengan membaca satu buah buku, jurnal dan refrensi
lainnya, harus memiliki landasan yang kuat, tahukah kalian pohon yang kuat
adalah pohon yang memiliki akar yang tertancap kuat didalam tanah untuk
memberikan daya tahan kepada pohonnya dari tiupan badai dan topan. Akar inilah
yang kemudian dianalogikan dengan refrensi kanda/yunda sekalian. Semakin banyak
refrensi dan hasil bacaannya, semakin kuat pula pendiriannya, tidak cepat
terpengaruh oleh pendapat orang lain karena sudah memiliki akar dan pondasi
yang kuat. Oleh karenanya, banyak-banyaklah membaca buku, cari pengalaman
diluar aktivitas akademik, dan bergaulah dengan orang-orang yang memilii
tingkat keilmuan yang tinggi dan sudah mumpuni.
Terakhir, penulis ingin menyampaikan, sebagai makhluk sosial,
manusia tidak akan bisa hidup tanpa ada bantuan orang lain. Saling memberikan
kemanfaatan dan memberikan saran adalah musti dilakukan agar kedepannya
kehidupan bermuamalah berjalan sebagaimana anjuran Islam. Daripada itu, penulis
mengharapkan banyak-banyaklah memberikan saran dan kritikan yang membangun kepada
pengurus cabang selaku induk dari komisariat. Seperti halnya dulu penulis masih berada di komisariat, selalu memberikan
krtikan yang menohok namun sifatnya membangun.
Pada akhirnya, penulis menyampaikan terimakasih karena sudah memaca
surat ini dengan saksama. Tak lupa penulis mengharapkan kepada Kanda/Yunda
semua untuk melaksanakan secara penuh apa yang penulis terangkan diatas. Permohonan
maaf juga, saya sampaikann bila ada kekurangan dalam penulisan surat ini.
Wallahurmuafiqu wal haadi ila syabilirasyad
Wassalamu’alaikum warrohmatullahi wabarokaatuh.



Komentar