Jadilah orang yang sok-sokan

 




Menjadi orang sok sibuk itu penting !

Orang yang memiliki jam kerja tertentu tidak bisa dikatakan sebagai orang yang sibuk. Tidak pula dakatakan orang yang sibuk itu adalah orang-orang yang memiliki jadwal yang padat setiap harinya dengan menggunakan 20 jam untuk beraktivitas dan menggunakan 4 jam untuk istirahat. Orang sibuk bukanlah yang demikian.

orang yang menyibukan diri dengan mengembangkan, menyalurkan, dan mendistribusikan pemikiran serta tindakan kepada suatu pekerjaan yang positif, maka dialah yang sepatutnya dikatakan sebagai orang yang sibuk. Lumrahnya orang hanya bekerja 8-12 jam belum bisa dikatakan sebagai orang yang sibuk, karena masih ada 12 jam  waktu luang untuk rehat dan bersanatai. Berbeda hal dengan orang-orang yang justeru tidak bekerja “pengangguran” namun tidak pernah berhenti berfikir dan berkarya. Bahkan sebagian orang yang seperti demikian menggunakan 24 jam waktunya untuk hal-hal yang positif. Bila ia hendak terlelap pun, ia gunakan waktunya dengan mengevaluasi apa yang sudah diperbuat semenjak bangun dari tempat tidur hingga kembai berbaring dan memejamkan mata. Demikianlah contoh orang yang patut diakatakan sebagai orang yang sibuk. Lebih terangnya orang-orang yang sibuk sejatinya adalah orang yang mampu menggunakan waktunya untuk hal-hal yang produktif lagi berfaedah, tidak menyia-nyiakan waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat sama sekali. Bila bercanda, ia dapat mengambil hikmah dan pelajaran. Bukan hanya itu, ditengah bercandanya orang yang produktif adalah termasuk membaca. Iya, membaca. Membaca keadaan, membaca psikologi lawan bercanda, membaca karakter dan membaca situasai. Produktif bukan hanya sekedar menggunakan waktu dengan mengisinya dengan kewajiban kerja dan ibadah, jauh daripada itu, produktif adalah menggunakan waktu dengan bijaksana. Penulis tidak mengatakan bahwa orang yang produktif tidak punya waktu untuk bersantai ria, atau yang familiar dikenal dengan istilah healing. Sekali-kali tidak demikian. Namun lebih daripada itu, yang produktif akan lebih bijak mengambil hikmah dari apa yang dikerjakan, akan mampu menarik pembelajaran yang berarti meski dari setetes air. Dimanpun dan kapanpun.

Lalu, apa hubungannya orang yang produktif dengan orang yang sok sibuk ? apakah sama posisinya orang yang sok sibuk dengan orang yang produktif ?

Untuk menjadikan diri lebih produktif maka perlu adanya latihan sebelum menjadi orang yang betul-betul produktif. Adapun salah satu latihan dalam menuju produktifitas yang tinggi adalah menyibukan diri dengan hal-hal yang positif. Dengan kesibukan-kesibukan itu, meskipun kecil, diharapkan mampu belajar banyak. Belajar menghargai waktu, belajar produktif !!!!!

 

Komentar

Mohammad Ahlun Nazori mengatakan…
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
hesty gorang mengatakan…
Mantan idenya Pak

Unknown mengatakan…
Nyentil banget sih buat orang2 yg sok sibuk👍
Gramatolina mengatakan…
Terima kasih sharing ilmunya
Unknown mengatakan…
Iya,, karna dulu masyarakat muslim lebih banyak yg memilih untuk mendalami ilmu agama dibanding dengan ilmu teknologi dll.

Postingan Populer