Tentang pendidikan (bagian 2)

 




Jika pada tulisan sebelumnya saya berbicara pendidikan secara general, maka pada tulisan ini saya ingin berbicara tentang pendidikan Indonesa.
Iya, pendidikan bangsa kita, tarbiyah yang diwariskan oleh pendahulu-pendahulu kita.
-
Pendidikan yang ada di Negara Indonesia, biasanya kental dengan budaya dan berbalut indah dengan adat.
Kenapa demikian ?
Mari kita bahas lebih lanjut lagi.
Pendidikan di Indonesia memiliki prinsip yang di suarakan oleh bapak pendidikan. Siapa lagi kalau bukan Ki Hajar Dewantara.
"ing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani” Di Depan Menjadi Teladan, di Tengah Membangun Semangat, di Belakang Memberikan Dorongan. Demikianlah artinya.
Dari prinsip pendidikan tersebut kita bisa pahami, bahwa pendidikan di Negara kita sangat telaten dan  penuh dengan kebijaksanaan. Dari prinsip tersebut, kita bisa melihat posisi kita, apakah sebagai pengajar, murid, ataukah menjadi dua-duanya sekaligus ? Seolah-olah prinsip pendidikan tersebut berbicara pada kita :
Jika kamu menjadi guru, maka jadilah orang yang pantas untuk diteladani, diikuti, dan ditiru !
Jika kamu seorang murid, maka jadilah penyemangat di antara teman sejawatmu !
Atau, jika kamu tidak menjadi dua-duanya, maka jadilah orang-orang yang mampu memberikan dukungan terhadap dunia pendidikan, baik itu dari segi materil maupun moril. Dengan begitu, pendidikan di Negara kita diharapkan mampu membangun sumber daya manusia dengan saling berkaitan satu sama lain.

-
Kita semua tau pendidikan di Negara kita tidak terlalu baik, bisa diliat dari skor PISA (Programme for International Student Assessment). PISA ini test untuk mengetahui keadaan pendidikan suatu Negara.
Hasil survei PISA Indonesai tahun 2018 menempatkan Indonesia di urutan ke 74 alias peringkat keenam dari bawah. Kemampuan membaca siswa Indonesia di skor 371 berada di posisi 74, kemampuan Matematika mendapat 379 berada di posisi 73, dan kemampuan sains dengan skor 396 berada di posisi 71.
Miris bukan, ? Iya, miris banget malah !. Bikin alis naik ketika tau hasil survei ini.
Oke. Lanjut.
Di tulisan sebelumnya (pendidikan bagian 1), saya menulis tentang sadar akan pendidikan. Iyap, sadar pendidikan !. Kalau belum baca, di baca dulu, biar faham secara menyeluruh (ahlunnazori.blogspot.com).
Kenapa "sadar pendidikan"?. Menurut saya, kita belum sadar dengan dunia pendidikan di Indonesia. Kita masih belum terlalu peduli pendidikan, ketika anak-anak di kampung kita asyik bermain gadget tanpa ada edukasi yang rutin, atau kita acuh tak acuh ketika beberapa perpustakaan tidak lagi terlihat ramai, atau kita tidak peduli pada anak-anak yang masih banyak putus sekolah di sekeliling kita. Saya tidak mengatakan bahwa pendidikan itu dilakukan hanya di sekolah-sekolah formal. Kita bisa melakukanya tanpa gedung dan tanpa ruang kelas.

-
Gimana ??
Sudah sadar belum ? Bagaimana pendidikan di negara kita ini ?
Saya ingin melanjutkan, pendidikan itu adalah benih dari kemajuan bangsa. Jika benih yang ditanam tidak begitu berkualitas, maka yang dihasilkan pun tidak jauh-jauh amat. Tetep aja kurang berkualitas.
Lalu bagaimana dengan impian kita di tahun 2045, ? Ketika Indonesia sudah genap berumur 100 tahun ?? Bukankah kita menginginkan golden age Indonesia ?? Masa keemasan itu ?
Untuk itu, yang baca tulisan ini, ayo ! Kita sama-sama sadar akan pendidikan di Negara kita. Kita bisa memperbaikinya bersama-sama. Bangun mindset yang menjurus ke masa depan. Kita bisa membangun pendidikan Indonesia lebih baik lagi !
Bahkan ketika kita tidak memiliki ijazah seorang pendidik. Ada banyak cara melakukanya. Mulai dari menggerakkan sumber daya manusia yang terbatas untuk membentuk tim, atau memulainya secara independen. Membangun komunitas belajar !
 

Komentar

Unknown mengatakan…
yok, bergerak !
untuk kemajuan pendidikan di Indonesia
Unknown mengatakan…
Tdk sedikit org yg menomor duakan pendidikan😢

Postingan Populer